Kita sering lupa,
bahwa diri kita yang sekarang
dibesarkan oleh anak kecil
yang dulu terlalu sering diam.
Anak kecil yang tidak tahu
bahwa apa yang ia alami disebut sebagai luka.
Ia hanya tahu,
ada sesuatu yang sakit,
tapi ia harus tetap tumbuh.
Mereka bilang waktu menyembuhkan segalanya.
Tapi waktu tidak pernah benar benar menyembuhkan apa pun
jika kita menolak menoleh ke belakang.
Jika pura-pura baik-baik saja
sambil membiarkan luka itu
terus bernapas
Ada luka yang tidak menjerit,
tidak berdarah di permukaan,
tapi diam-diam membentuk cara kita mencintai,
cara kita takut,
dan cara kita merasa tidak cukup.
Dan tentang kehilangan,
yang paling menyakitkan bukan saat semuanya berakhir.
Bukan saat seseorang pergi.
Yang paling menyakitkan
adalah saat-saat duduk diam,
menyadari bahwa kepergian itu
sedang terjadi perlahan,
setiap detik,
sedikit demi sedikit,
Sementara kamu masih di sini,
masih berharap,
dan tidak bisa melakukan apa-apa.
